
Wajibnya Berbakti Kepada Kedua Orang Tua dan 10 Keutamaannya !
zamanislammodern.blogspot.com - Sebagai insan yang hidup didunia ini sudah barang tentu kita memiliki kedua orang tua. Sebab dari benih cinta dari keduanya itulah kita dilahirkan. Dan sebab cinta kasihnya jua kita bisa mencapai keberhasilan seperti yang kita rasakan sekarang ini. Orang tua tanpa pamrih rela berjuang untuk mendidik dan membesarkan anak-anaknya dengan bersusah payah. Karena itulah Allah dan Rosulnya mewajibkan umat manusia taat dan patuh kepada kedua orang tuanya dan menempatkannya sebagai keutamaan dalam menjalin hubungan antar manusia (hablum minannas)
![]() |
| army.mil |
Berikut ini adalah 10 keutamaan berbakti kepada orang tua berdasarkan hadits yang shahih :
1. Amalan yang Paling Utama
Dari Abdullah bin Mas'ud radiyallahu 'anhu berkata
سَأَلْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا . قَالَ ثُمَّ أَىُّ قَالَ ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ . قَالَ ثُمَّ أَىُّ قَالَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ
Aku pernah bertanya kepada Rosulullah Sholallahu 'alaihi wa Sallam "Amalan apakah yang paling dicintai Allah?" beliau menjawab "Sholat tepat pada waktunya". Aku melanjutkan, " kemudian apa?" beliau menjawab "Berbakti kepada orang tua". lalu aku bertanya lagi "kemudian apa?" Beliau menjawab "Berjihad dijalan Allah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
2. Bernilai Jihad
Berbakti kepada kedua orang tua adalah setara dengan jihad fi sabilillah. Sehingga pada beberapa hadits, beliau menganjurkan kepada orang yang akan berjihad untuk terlebih dahulu berbakti kepada kedua orang tuanya.
Dari Abdullah bin Ash ia berkata
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَاسْتَأْذَنَهُ فِى الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَىٌّ وَالِدَاكَ . قَالَ نَعَمْ . قَالَ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ
Seorang laki-laki datang kepada Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu meminta kepada beliau untuk berjihad. Maka beliau bersabda, "Apakah kedua orang tuamu masih hidup?" ia menjawab "Ya." beliaupun bersabda "Maka bersungguh-sungguhlah dalam berbakti kepada keduanya." (HR Al-Bukhari dan muslim)
3. Berpahala Hijrah
Berbakti kepada orang tua juga bernilai hijrah. Ada seseorang yang berniat untuk hijrah ke Madinah, tetapi Rosulullah memerintahkannya untuk tetap tinggal di negrinya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya.
أَقْبَلَ رَجُلٌ إِلَى نَبِىِّ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ أُبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ وَالْجِهَادِ أَبْتَغِى الأَجْرَ مِنَ اللَّهِ. قَالَ فَهَلْ مِنْ وَالِدَيْكَ أَحَدٌ حَىٌّ. قَالَ نَعَمْ بَلْ كِلاَهُمَا. قَالَ فَتَبْتَغِى الأَجْرَ مِنَ اللَّهِ. قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَارْجِعْ إِلَى وَالِدَيْكَ فَأَحْسِنْ صُحْبَتَهُمَا
Seorang laki-laki datang menemui Rosulullah SAW lalu berkata. "Saya berbai'at kepadamu untuk berhijrah dan berjihad, aku mengharapkan pahala dari Allah." Beliau bertanya, "Apakah salah satu orang tuamu masih hidup?" ia menjawab "Ya, bahkan keduanya masih hidup" Rosulullah bertanya lagi, "Maka apakah kamu masih akan mencari pahala dari Allah?" ia menjawab "Ya" maka Rosulullah pun bersabda, "Pulanglah kepada kedua orang tuamu lalu berbuat baiklah dalam mempergauli mereka." (HR Muslim)
4. Surga Dibawah Telapak Kaki Ibu
Ungkapan surga dibawah telapak kaki ibu sudah sering kita dengar dan dikuatkan dengan hadits berikut ini
أَنَّ جَاهِمَةَ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا
Jahimah pernah datang kepada Rosulullah SAW lalu berkata. "Ya Rosulullah aku ingin berperang dan sungguh aku datang untuk meminta pendapatmu." Beliau bertanya "Apakah kamu masih memiliki ibu?" ia menjawab "Ya" maka beliaupun bersabda "Tetaplah bersamanya karena sesungguhnya surga ada di kakinya." (HR Ibnu Majah dan An Nasa'i)
5. Dipanjangkan Umur dan Ditambah Rejeki
Diantara keutamaan berbakti kepada orang tua adalah sama dengen keutamaan menjalin silaturrahmi yaitu dipanjangkan umur dan diluaskan rejeki.
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِى عُمْرِهِ وَيُزَادَ لَهُ فِى رِزْقِهِ فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
"Barang siapa ingin dipanjangkan umurnya dan dimurahkan rejekinya, maka hendaklah ia berbakti kepada kedua orang tua dan menyambung tali silaturrahim." (HR Ahmad)
6. Memperoleh Ampunan dari Allah
Allah akan mengampuni dosa-dosa hambanya yang sungguh berbakti kepada kedua orang tuanya.
الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ
"Siapa yang mendapati salah satu dari kedua orang tuanya kemudian ia tidak diampuni, maka Allah telah menjauhkannya (dari rahmat)." (HR. Ahmad)
7. Taat Kepada Kedua Orang Tua Merupakan Wujud Ketaqwaan Kepada Allah
Sabda Rosulullah SAW :
طَاعَةُ اللَّهِ طَاعَةُ الْوَالِدِ، وَمَعْصِيَةُ اللَّهِ مَعْصِيَةُ الْوَالِدِ
"Taat kepada Allah (salah satu bentuknya) adalah taat kepada kedua orang tua. Durhaka kepada Allah (salah satu bentuknya) adalah durhaka kepada kedua orang tua." (HR. Thabrani)
8. Keridhaan Kedua Orang Tua adalah Keridhaan Allah
Rosulullah SAW bersabda :
رِضَا الرَّبِّ فِى رِضَا الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِى سَخَطِ الْوَالِدِ
"Keridhaan Tuhan ada pada keridhoan kedua orang tua, dan kemurkaan Tuhan ada pada kemurkaan kedua orang tua." (HR Tirmidzi)
9. Bentuk Taubat Kepada Allah
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu berkata :
أَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى أَصَبْتُ ذَنْبًا عَظِيمًا فَهَلْ لِى مِنْ تَوْبَةٍ قَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ. قَالَ لاَ. قَالَ هَلْ لَكَ مِنْ خَالَةٍ. قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَبِرَّهَا
Seorang laki-laki datang menghadap Nabi Saw lalu berkata : "Sesungguhnya aku telah melakukan suatu dosa yang sangat besar, apakah aku bisa bertaubat?" Nabi SAW balik bertanya "apakah engkau masih memiliki ibu?" ia menjawab, "Tidak" Beliau bertanya lagi "Apakah engkau masih memiliki bibi (saudari ibu)?" ia menjawab "Ya" maka beliau bersabda, "Maka berbaktilah kepadanya." (HR. Tirmidzi)
10. Jalan Menuju Surga
Dalam hadits orang tua diistilahkan sebagai "Ausathu abwabil jannah" yakni pintu surga yang ditengah-tengah. Sehingga untuk bisa memasuki surga Allah salah satunya adalah berbakti kepada kedua orang tua.
Sabda Rosulullah SAW :
الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ
"Orang tua adalah paling pertengahan antara pintu-pintu surga. Jika kamu mau, sia-siakanlah pintu itu (kau tidak mendapat surga) atau jagalah ia (untuk mendapatkan pintu surga itu)." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Semoga kita senantiasa dapat mengabdikan diri kita kepada kedua orang tua. Amin...

