![]() |
| geotimes.co.id |
Jari Rosulullah Saw. Bisa Mengucurkan Air
Mukjizat tertinggi Rosulullah Muhammad Saw adalah Al-Qur'an Karim, namun masih banyak sekali mukjizat-mukjizat lain yang dimiliki Rosulullah salah satunya mampu mengucurkan air melalui sela-sela jemari beliau. Kisah tersebut terjadi pada tahun ke-6 Hijriyah, yakni pada waktu hampir terbukanya kota Makkah oleh kaum muslimin. Rosulullah Saw pernah bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, Allah akan mengusir penderitaan yang kalian alami sekarang. Aku benar-benar berhadap agar mampu tawaf di Ka'bah dalam keadaan aman dan sentosa."Sabda Rosulullah tersebut diucapkan pada saat kaum muslimin sedang mengalami kesengsaraan yang hebat akibat blokade yang dilancarkan kaum musyrikin Quraisy.
Makin lama pengikut Rosulullah semakin bertambah banyak sehingga pasukannya pun semakin bertambah kuat. Hal itu menjadikan musuh yang hendak melawan pun harus berpikir panjang. Kesempatan tersebut pun beliau manfaatkan untuk melakukan perjalanan ke Makkah bersama para sahabatnya untuk menunaikan ibadah umrah.
Perjalanan yang beliau lakukan kali ini adalah atas dasar mimpi beliau yang menyatakan bahwa beliau akan memasuki kota Makkah dengan aman.Sehingga beliau pun melakukan perjalanan bersama para sahabatnya dengan jiwa yang mantab tanpa khawatir sedikitpun. Bahkan sejak dari Bir Ali beliau bersama para rombongan telah mengenakan pakaian ihram dengan sempurna, beliau juga mulai membaca talbiyah dengan tanpa membawa senjata satu pun.
Ketika sampai di Hudaifah, beliau mengutus Utsman bin Affan untuk menemui para pembesar Quraisy, untuk menyampaikan pesan bahwa rombongan Rosulullah akan memasuki kota Makkah dengan damai tanpa kekerasan.
Ketika tiba waktu shala ashar, Rosulullah menghampiri perigi tempat air untuk berwudhu. Namun hanya ada satu buah perigi yang ada disitu yang biasanya memang beliau gunakan untuk keperluan minum dan berwudhu dengan para sahabat.
Setelah beliau selesai berwudhu, tiba-tiba para sahabat menghampiri beliau sebab ingin berwudhu dengan air yang ada dalam perigi tersebut. Padahal biasanya para sahabat berwudhu dengan air yang ada di bejana. Karena heran, beliau lantas bertanya, "Mengapa kalian kemari menghampiriku?" Mereka menjawab, "Kami kemari sebab air dalam bejana telah habis. Kami juga telah berusaha untuk mencari air disekitar sini, tetapi tidak menemukannya. Sekarang waktu shalat telah tiba, sedang kami tidak menemukan air untuk berwudhu."
Kemudian, beliau melihat isi perigi yang baru saja dipergunakan untuk berwudhu. Tetapi, air dalam perigi pun tinggallah sedikit sehingga tidak mencukupi bila digunakan untuk berwudhu para sahabat yang banyak jumlahnya.
Beliau pun berdoa, kemudian memasukkan tangannya kedalam perigi tempat air, akhirnya mengucurlah air dari jari-jari Rosulullah sehingga para sahabat dapat berwudhu dengan sempurna. Padahal pada saat itu jumlah sahabat yang ikut dalam rombongan berjumlah kurang lebih 1.400 orang. Subhanallah...
Salah seorang sahabat berkata, bahwa ia menyaksikan sendiri air yang mengucur dari jemari beliau sehingga para sahabat pun menjadi kagum atas keistimewaan yang dimiliki oleh Rosulullah.
Di riwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata, "Ketika telah dekat waktu shalat ashar aku melihat para sahabat hendak mengambil wudhu, tetapi mereka tidak menemukannya. Kemudian Rosulullah Saw mendatangi tempat air wudhu lalu beliau meletakkan tangannya di wadah air tersebut. Selanjutnya beliau memerintahkan para sahabat untuk berwudhu dari wadah tempat air tadi". Anas berkata,"Aku melihat air memancar dari bawah jari-jari beliau, sedangkan para sahabat berwudhu sampai orang yang paling terakhir dari mereka."
Qatadah meriwayatkan dari Anas bin Malik, sesungguhnya Rosulullah Saw. dan para sahabatnya membawa wadah air (dalam bepergiannya), lalu beliau meminta wadah tersebut yang didalamnya terisi air. Kemudian beliau meletakkan telapak tangannya didalam wadah tadi, maka mengucurlah air diantara jari-jari beliau, sedangkan sahabat berwudhu menggunakan air tersebut. Anas bertanya kepada Abu Hamzah, "Berapa para sahabat yang berwudhu (dengan menggunakan air yang memancar dari jari-jari Rosulullah itu?)". Abu Hamzah menjawab, "Mereka yang berwudhu kurang lebih 300 orang."
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, dia berkata, "Ketika aku bersama Nabi Saw., pada saat waktu shalat tiba kami tidak mempunyai persediaan air kecuali air sisa (yang tinggal sedikit). Lalu air sisa tadi dimasukkan kedalam suatu wadah kemudian diserahkan kepada Rosulullah Saw. Beliau kemudian memasukkan tangannya kedalam wadah tersebut dengan merenggangkan jari-jarinya, seraya berkata, 'Menghadaplah kemari orang-orang yang hendak berwudhu karena ada berkah dari Allah.' Maka aku melihat air memancar dari jari-jari beliau, sedangkan para sahabat berwudhu dan minum dari air itu, dan aku pun melakukan hal yang sama, termasuk mengisi perutku. Akhirnya aku mengerti kalau air tadi adalah berkah. Salim bin Ibnu Al-Ja'di bertanya kepada Jabir, 'Berapa jumlah kalian pada saat menggunakan air (yang memancar dari jari Rosulullah?)' Jabir menjawab, 'Kurang lebih 1400 orang.' "
Ulama-ulama dari golongan tabi'in berkomentar mengenai kejadian tersebut. Jikalau batu memancarkan air seperti mukjizat Nabi Musa saja sudah merupakan suatu hal yang luar biasa, yang tergolong diluar jangkauan akal manusia, maka air yang keluar dari jari Rosulullah Saw. sudah pasti lebih luar biasa lagi hebatnya dan belum pernah ada sebelumnya mukjizat seperti yang ada pada diri Rosulullah Saw.
Masha Allah...
(Sumber : Wajah Rosulullah - Pribad Menawan Hati, Fuad Kauma, hal 59-62)
