Wednesday, January 24, 2018

wikz

Akhlak Rosulullah Muhammad SAW, Allahumma Sholli 'ala Muhammad

manyprophetsonemessage.com

Akhlak Rosulullah SAW

Kepribadian Rosulullah itu sangat agung dan mulia sehingga beliau dijadikan teladan bagi seluruh ummat manusia di alam ini. Rosul-rosul Allah lainnya pun memiliki akhlak yang agung, namun masih belum ada yang kemuliaan akhlaknya menandingi beliau. Kehadirannya menjadi penerang alam semesta ini dan menjadi pembimbing ummat Islam menuju kehidupan terang benderang.

Akhlak beliau merupakan cermin dari kepribadiannya yang mulia, sopan santunnya, kasih sayangnya, kerendahan hatinya, tutur bahasanya dan segala tingkah lakunya adalah bukti bahwa beliau adalah manusia sempurna atau "Insan Kamil".

Abdullah bin Amr berkata, "Rosulullah itu tidak keji dan tidak pernah berkata keji (terhadap orang lain)". Beliau pernah bersabda, "Sesungguhnya orang yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik akhlaknya".

Abu Ishaq meriwayatkan dari Al-Barra', "Rosulullah Saw adalah orang yang paling ganteng wajahnya dan paling baik akhlaknya".

Abi Taiyah meriwayatkan dari Anas bin Malik, "Rasulullah Saw itu adalah manusia yang paling baik akhlaknya".

Abu Dawud meriwayatkan, Rosulullah Saw telah bersabda, "Sesungguhnya orang mukmin itu dapat mencapai derajat orang yang berpuasa dan sholat malam dengan akhlak yang baik."

Dalam kehidupan Rosulullah sehari-hari, beliau tidak pernah membentak dan berkata kotor terhadap orang yang melakukan kesalahan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Anas, "Aku melayani Rosulullah selam 9 tahun, aku tidak pernah mendengar berkata padaku, 'Ah... kenapa hal itu kamu lakukan demikian... dan demikian... (dengan nada membentak).' Beliau juga tidak pernah mencela kepadaku terhadap suatu pekerjaan."

Amru bin Ash berkata, "Rosulullah Saw apabila berbicara menghadap kepadaku hingga aku merasa diriku yang terbaik diantara orang-orang".

Aisyah berkata, "Rosulullah Saw tidak pernah memukul sesuatu dengan tangannya, maupun memukul seorang wanita atau pelayan, kecuali beliau berjihad di jalan Allah. Beliau tidak pernah membalas pelakunya apabila beliau dicela, kecuali jika larangan Allah dilanggarnya baru beliau membalasnya karena Allah semata."

Diriwayatkan dari Anas, "Rosulullah ketika melihat temannya tidak tampak selama 3 hari maka beliau tanyakan, apabila temannya itu sudah meninggal ia mendoakan, jika temannya ada dirumah maka ia kunjungi, dan apabila temannya itu dalam keadaan sakit, maka beliau menjenguknya."

Anas bin Malik bercerita, Rosulullah Saw adalah orang yang paling baik akhlaknya. Pada suatu hari beliau pernah mengutusku untuk suatu keperluan, maka aku berkata, "Demi Allah aku tidak akan pergi." Sedangkan dalam hatiku ada niatan untuk pergi karena disuruh oleh Nabi Allah. Kemudian aku keluar hingga melewati anak-anak yang sedang bermain di tengah keramaian pasar. Tiba-tiba Rosulullah sudah ada dibelakangku, aku memandangnya maka beliau tersenyum kepadaku.

Rosulullah Saw lalu bertanya, "Wahai Unais, apakah engkau sudah pergi sebagaimana yang aku perintahkan?' Aku lantas menjawab, Aku akan segera berangkat Ya Rosulullah."

Anas melanjutkan ceritanya, "Memang benar, selama 9 tahun aku sebagai pelayan belum pernah beliau berkata mengomentari suatu pekerjaan (yang aku kerjakan), ' kenapa engkau melakukan begini... dan begini... ?' Beliau juga belum pernah mencela sesuatu pekerjaan kepadaku. Demi Allah, beliau belum pernah berkata, 'Cih... kepadaku."

Diriwayatkan dari Suhail bin Sa'ad Al-Sa'adi bahwa Rosulullah Saw apabila rela (menyetujui) terhadap sesuatu maka beliau bersikap diam. Ahmad meriwayatkan dari Jabir bin Samurah, dia berkata,"Rosulullah Saw itu banyak diam dan sedikit tertawa".

Abu Hurairah berkata bahwa pernah dikatakan kepada Rosulullah Saw., "Ya, Rosulullah berdo'alah untuk kebinasaan kaum musyrikin?."Maka beliau menjawab,"Sesungguhnya aku ini tidak diutus sebagai orang yang melaknati, namun aku diutus sebagai pembawa rahmat."

Aisyah berkata, "Akhlak budi pekerti Rosulullah adalah Al-Qur'an."

Pada suatu hari ada orang Badui datang kepada Rosulullah Saw dan meminta sesuatu darinya, setelah ia diberi apa yang dimintanya, maka Rosulullah bertanya kepadanya, "Apakah sudah cukup aku berbauat baik kepadamu?". Si Badui segera menjawab, "Belum, engkau belum berbuat sedikitpun kepadaku."

Mendengar jawaban yang kasar dan tidak sopan itu, para sahabat yang berada ditempat tersebut menjadi marah, namun Rosulullah Saw memberi isyarat kepada mereka agar tenang saja. Kemudian beliau masuk kedalam rumahnya dan kembali sambil menyerahkan tambahan pemberiannya, seraya berkata, "Apakah sudah cukup aku berbuat baik kepadamu?" Badui tadi dengan gembiranya berkata, "Ya, semoga Allah membalas kebaikanmu berlipat ganda." Kemudian Rosulullah berkata kepadanya, "Bahwa apa yang ucapkan tadi menyakiti hati para sahabatku, bila engkau tidak keberatan, ulangilah kata-katamu yang terakhir yang baru saja engkau ucapkan dihadapan mereka agar hilang rasa kejengkelan hati mereka kepadamu."

Demikian lembut dan halusnya budi pekerti Rosulullah Saw, dalam menghadapi orang yang kasar dan bodoh. Beliau tidak emosi serta tidak membalas kekasarannya, namun beliau justru bersikap baik kepadanya.

Itulah diantara sekilas gambaran ketinggian akhlah Rosulullah Saw. dalam kehidupan beliau. Beliau mampu menghadapi manusia dengan berbagai karakter dengan akhlakul karimah. Sehingga kepribadian beliau dikagumi para sahabatnya dan para pengikutnya termasuk kita sebagai ummat Islam. Marilah kita senantiasa selalu meneladani kemuliaan akhlak beliau dan menerapkannya dalam kehidupan sosial kita.

Allahumma Sholli 'ala Muhammad...

(Sumber : Wajah Rosulullah - Pribadi Menawan Hati, Fuad Kauma, hal 74 - 77 )

wikz

About wikz -

Anda Membaca, Kami Menulis

Kirimkan e-mail anda untuk berlangganan artikel menarik lainnya :