Tuesday, February 6, 2018

wikz

Abdurrahman bin Auf adalah Sahabat Rosulullah Saw. yang Sangat Kaya Raya, Apa Sajakah Kuncinya?


Abdurrahman bin Auf atau "Abdurrahman bin Auf bin Abdi Auf bin Abdil Harits Bin Zahrah bin Kilab bin al-Qurasyi az-Zuhri Abu Muhammad" adalah salah satu dari enam sahabat Rosulullah Saw yang dijamin masuk syurga. Dia lahir kira-kira 10 tahun setelah tahun Gajah dan termasuk orang yang pertama kali masuk Islam.

Pada zaman jahiliyah ia bernama Abdul Ka'bah atau 'Abdu 'Amr; kemudian diberi nama 'Abdurrahman oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah masuk Islam. Ibunya bernama Shafiyah. Sedangkan ayahnya bernama 'Auf bin 'Abdu 'Auf bin 'Abdul Harits bin Zahrah.

Abdurrahman juga adalah seorang sahabat Rosulullah yang pemberani dan selalu turut serta dalam setiap peperangan termasuk perang Badar dan lainnya. Dalam perang Uhud ia adalah termasuk sahabat yang bertahan di sisi Rasulullah Saw ketika tentara kaum muslimin banyak yang meninggalkan medan peperangan. Dari peperangan ini ada sembilan luka parah ditubuhnya dan dua puluh luka kecil yang diantaranya ada yang sedalam anak jari. Perang ini juga menyebabkan luka dikakinya sehingga Abdurahman bin Auf harus berjalan pincang karena cacat, bahkan sebagian giginya ada yang rontok sehingga membuat bicaranya agak cadel.

Abdurrahman bin Auf meniti karirnya sebagai seorang pedagang sebab perdagangan adalah budaya masyarakat Arab Quraisy mayoritas pada masa itu. Jaringan perdagangannya sangatlah luas hingga mencapai Mesir dan Persia. Begitu cintanya dengan dunia perdagangan, tatkala ia tinggal pada suatu daerah yang baru, pastilah tempat yang pertama kali dicarinya adalah sebuah pasar.

Begitu kaya rayanya Abdurrahman, hingga ia pernah berkata, "Sungguh aku lihat diriku, jika aku mengangkat sebuah batu maka akan kutemukan emas dibawahnya". Lantas, apa saja kunci kesuksesan Abdurrahman bin 'Auf sehingga menjadikannya sebagai seorang Milyarder di zamannya? Mari kita simak :

1. Bersyukur

Pandai bersyukur terbukti merupakan jurus ampuh melipat gandakan rizqi. Dalam sebuah riwayat dikisahkan, pernah suatu hari Abdurrahman bin Auf pergi ke pasar untuk melakukan jual beli seekor unta. Tatkala datang seorang pembeli, si pembeli menawar unta Abdurrahman dengan harga yang begitu rendah hingga ia hanya memperoleh keuntungan berupa tali unta saja. Namun hal tersebut tidaklah menjadikan Abdurrahman kufur nikmat, ia selalu bersyukur berapa pun besarnya rizqy yang telah Allah berikan kepadanya.

Firman Allah :

 وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".(Surat Ibrahim Ayat 7)

2. Jujur dan Amanah

Kendati memiliki jaringan perdagangan yang luas dan memiliki banyak pelanggan, Abdurrahman bin Auf bukanlah seorang pedagang yang curang. Ia tidak pernah sekalipun membohongi pelanggannya mengenai kondisi barang dagangannya. Ia selalu apa adanya tak pernah melebih-lebihkan apapun untuk mengelabui pelanggan. Sehingga ia selalu dipercaya oleh para pelanggannya.

Sabda Rosulullah Saw :

التاجر الصدوق الأمين مع النبيين والصديقين والشهداء

“Pedagang yang jujur dan terpercaya akan dibangkitkan bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan para syuhada” (HR. Tirmidzi no.1209)

3. Dermawan (Gemar Bersedekah)

Kekayaannya yang melimpah ruah sama sekali tidak menyebabkan Abdurrahman menjadi kikir dan menghitung-hitung harta. Seluruh hartanya selalu dihabiskannya untuk mendukung perjuangan dakwah Rosulullah Saw dan di infaqkan pada fakir miskin dan anak yatim. Namun kedermawanannya tidaklah menjadikannya miskin, justru Allah SWT terus menambah rizqinya dan melipat gandakannya.

Firman Allah :

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Katakanlah; ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rizki pada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya, dan Allah menyempitkan rizki pada orang yang dikehendaki-Nya. Dan apapun yang kamu infakkan atas rizki yang diberikan Allah, maka Allah menggantinya kembali dan Allah-lah sebaik-baik pemberi rezeki.” (Surat Saba: 39)

4. Tawadu'(Rendah Hati)

Setiap orang kaya pada zaman itu selalu identik dengan foya-foya dan kemewahan, namun tidak dengan Abdurrahman bin Auf. Ia adalah pribadi yang rendah hati, tidak sombong, tidak pernah membedakan dirinya dihapadan para pekerja dan pembantunya. Tidak pernah menggunakan pakaian yang mewah dan mencolok hingga seseorang yang belum pernah mengenal Abdurrahman tidak akan bisa membedakan yang mana juragan dan yang mana pembantu. Ketika berkumpul dalam sebuah acara jamuan makan pun, tidak ada yang istimewa darinya. Ia juga duduk bersila dibawah bersama para tamu dan pembantu-pembantunya.

Firman Allah :

وَعِبَادُ الرَّحْمَـنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأَرْضِ هَوْناً وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الجَاهِلُونَ قَالُواْ سَلاَماً

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. (Surat Al-Furqan /25:63)

5. Taqwa (Taat kepada Allah dan RosulNya)

Ketaqwaan Abdurrahman bin Auf memang sudah tidak diragukan lagi. Kekayaan yang melimpah ruah justru membuatnya sering menangis dikarenakan ketakutannya pada Allah. Ia takut jika Allah mendahulukan kesenangannya di dunia dengan harta dan akan dibalas dengan siksaan yang pedih di akhirat kelak. Namun kesedihan dan ketakutan Abdurrahman akan hartanya dijawab oleh Rosulullah Saw dengan sabdanya :

يَا ابْنَ عَوْفٍ، إِنَّكَ مِنَ اْلأَغْنِيَاءِ، وَإِنَّكَ سَتَدْخُلُ الْجَنَّةَ حَبْوًا، فَأَقْرِضِ اللهَ يُطْلِقْ لَكَ قَدَمَيْكَ

"Wahai Ibnu Auf, sesungguhnya kamu termasuk kaum yang kaya raya, dan kamu akan masuk surga dengan merangkak. Oleh karena itu, pinjamkanlah suatu pinjaman kepada Allah sehingga Allah membebaskan kedua telapak kakimu." (HR. al-Hakim, 3/ 311 dan al-Hilyah, 1/ 99)

Demikianlah sahabat, sekilas profil sahabat Nabi Muhammad Saw yang kaya raya namun dijamin Syurga. Semoga kisah diatas bisa menjadi inspirasi & teladan bagi kita ummat Islam. Amin...

Wallahua'lam bissawab


wikz

About wikz -

Anda Membaca, Kami Menulis

Kirimkan e-mail anda untuk berlangganan artikel menarik lainnya :