Friday, February 23, 2018

wikz

Benarkah ada Arwah Penasaran, atau RUH Gentayangan ??


Benarkah ada ruh orang mati yang bisa balik lagi ke dunia untuk menuntaskan urusannya yang belum selesai?

Saudaraku...!
Orang yang sudah mati itu ruh nya berada di alam barzakh, tidak ada istilah ruh mereka penasaran lalu berkeliaran di dunia karena mati dalam keadaan tidak wajar.

Entah ia mati di laut, mati dimakan hewan buas, atau ia mati terbakar dan abunya tertiup angin, maka siapapun yang mati, Ruhnya ada dialam barzakh.
Allah ta'ala berfirman ;
حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ . لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
"Hingga apabila kematian telah datang kepada salah seorang dari mereka, maka ia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia agar aku bisa beramal shalih terhadap apa yang telah aku tinggalkan". sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang ia ucapkan saja. dan di hadapan mereka ada dinding (alam barzakh) sampai hari mereka dibangkitkan".
(QS. Al Mukminun: 99 – 100)
Ayat diatas menceritakan tentang keadaan orang-orang yang sudah mati. Diantara mereka ada yang memohon kepada Allah supaya ia dikembalikan lagi ke dunia agar bisa memperbaiki amalnya. Namun harapan mereka pupus dipatahkan oleh firman Allah,
"Kalla, Innama kalimatun huwa qa'iluha"
Artinya : "(Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu hanyalah perkataan yg mereka ucapkan saja!")
"Wa miw wara'ihim barzakhun ila yaumi yub'atsun"
artinya : "(Dihadapan mereka telah menanti alam barzakh sebagai tempat tinggal mereka sampai hari mereka akan dibangkitkan lagi (hari Kiamat)".
Pada saat itu sudah terlambat bagi mereka untuk memperbaiki amal karena mereka sudah tidak bisa kembali lagi ke dunia.

Jadi, tidak ada istilah roh gentayangan atau roh penasaran, kalaupun terjadi dalam kehidupan nyata, seseorang melihat kembali salah seorang keluarganya yang sudah meninggal, entah itu anaknya, istrinya atau kakeknya, maka itu adalah penampakkan jin yang sedang menyamar untuk menipu anda.
Ingatlah bahwa syetan bisa menyerupai siapa saja yang ia mau (kecuali Nabi shallallaahu alaihi wa sallam) untuk memperdayai manusia, salah satu contohnya adalah ketika sahabat Abu Hurairah menjaga harta zakat lalu beliau didatangi jin yg menyamar sebagai manusia untuk mencuri harta zakat.

#Via : Akhina Faishal Ibrahim..

Allahul musta'an,..Semoga bermanfaat & meluruskan Akidah dari kebathilan...

Sumber : Pengguna Facebook

wikz

About wikz -

Anda Membaca, Kami Menulis

Kirimkan e-mail anda untuk berlangganan artikel menarik lainnya :