Friday, February 9, 2018

wikz

Sebelum Merayakan Valentine's Day, Yuk Cari Tahu Sejarahnya Dulu


"14 Februari adalah Perayaan Valentine's Day", kalimat itulah yang populer dikalangan muda-mudi kita saat ini. Berbagai pernak-pernak serba pink, permen, coklat dan bingkisan kado seolah turut meramaikan perayaan hari kasih sayang ini. Mereka yang sedang memadu kasih seolah mensakralkan moment ini meski hanya dengan sekedar makan bersama, bertukar hadiah atau hanya menghabiskan waktu berdua. Lantas bagaimanakah sejarah munculnya budaya Valentine's Day ini? Muslim wajib tahu ini.
Rosulullah Muhammad Saw. bersabda, "Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka." (HR. Ahmad dan Abu Dawud). 
Sebagai seorang muslim dan ummat Nabi Muhammad Saw. sudah barang pasti kita wajib mengikuti ajaran dan tuntunan Islam. Menjunjung tinggi syari'at Islam, taat melaksanakan perintah Allah SWT serta menjauhi larangannya.

Islam tidak melarang ummatnya untuk berkasih sayang satu sama lain baik pada keluarga, sahabat atau teman. Bahkan Rosulullah Saw. sendiri adalah sosok yang sangat penyayang dan penuh cinta, dan beliau telah memberi tauladan pada pengikutnya untuk menanamkan kasih sayang di muka bumi. Bukan hanya pada manusia, namun juga pada semua makhluk lainnya termasuk binatang dan tumbuhan.

Dalam Islam mencurahkan kasih sayang terhadap makhluk diatur dengan cara yang benar. Tidak serta merta dilakukan pada siapa saja yang dikehendaki, terutama pada pasangan yang tidak halal seperti yang dilakukan pasangan muda-mudi jaman now. Bahkan lebih celaka lagi jika kasih sayang dan cinta tersebut dicurahkan pada hubungan yang lebih intim. Naudzubillah !

Cikal Bakal Valentine's Day

Awal mula ditetapkannya perayaan "Valentine's Day" sebenarnya tidaklah jelas, sehingga muncul beberapa versi mengenai asal muasal diperingatinya Valentine's Day tersebut. Agar tidak terlalu panjang dan bertele-tele, maka kami akan ambil salah satu versi saja yang menurut kami lebih realistis.

Pada jaman Romawi kuno, tanggal 13-15 Februari dikenal sebagai hari perayaan Lupercalia yakni sebuah ritual yang dipersembahkan pada Dewa Lupercus atau Dewa Kesuburan. Dewa ini digambarkan seperti manusia setengah tel*njang dan berpakaian kulit kambing.

Puncak ritual ditetapkan pada tanggal 15 Februari dengan cara mempersembahkan korban kambing kepada Dewa Lupercus dan kemudian minum anggur. Setelahnya, mereka akan berlari-lari di jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit kambing yang dibentuk seperti cambuk dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai dijalan. Banyak gadis-gadis yang menyediakan dirinya agar disentuh dengan cambuk dari kulit kambing tersebut dengan keyakinan hal itu akan membawa kesuburan bagi mereka.

Kisah Cinta Valentine

St. Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung menjadi bala tentara. Namun sayangnya keinginan ini tidak didukung oleh mayoritas pria yang membenci peperangan.

Hal ini membuat Claudius marah, dia segera memerintahkan para pejabatnya untuk melakukan sebuah aturan gila. Claudius berfikir bahwa jika pria tidak menikah, mereka akan senang hati bergabung dengan militernya. Lalu Claudius membuat peraturan yang melarang adanya pernikahan.

Pasangan muda saat itu menganggap keputusan ini sangat tidak masuk akal. Sementara St. Valentine dan pihak Gereja yang bertugas memberkati setiap pasangan muda yang ingin menikah menolak peraturan Claudius tersebut dan enggan melaksanakannya. St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yakni menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun dengan cara sembunyi-sembunyi.

Aksinya ini akhirnya diketahui oleh kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tidak menggubris peringatan Claudius tersebut. Ia tetap teguh pada komitmennya untuk terus memberkati setiap pasangan yang ingin menikah.

Hingga pada suatu malam, ia tertangkap basah tengah memberkati sebuah pernikahan. Pasangan pengantin yang sedang menikah tersebut berhasil melarikan diri, namun nahasnya St. Valentine berhasil ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Ia divonis hukuman mati dengan cara dipenggal kepalanya.

Bukannya dibenci oleh orang Roma, St. Valentine justru mendapat banyak simpati dan banyak dikunjungi oleh orang yang mendukungnya. Mereka mengirimkan bunga-bunga dan pesan yang berisi dukungan yang diletakkan pada jendela penjara dimana ia ditahan.

Salah satu dari mereka yang mendukung cinta kasih itu adalah seorang putri penjaga penjara itu sendiri. Sang ayah mengijinkan putrinya untuk rutin mengunjungi St. Valentine. Mereka sering berbicara dalam waktu yang lama. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta. Ia sangat mendukung aksi St. Valentine sebagai hal yang benar hingga mereka pun menjalin hubungan cinta yang romantis.

Hari-hari berlalu hingga tibalah hari dimana sang pendeta harus menjalani eksekusi yang telah dijatuhkan kepadanya yakni pada tanggal 14 Februari 269 Masehi. Sebelum kepalanya dipenggal, St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk kekasihnya yakni sang putri sipir penjara. Dalam pesan tersebut ia menuliskan pesan yang berbunyi “Dengan Cinta dari Valentinemu”.
Pesan itulah yang kemudian mengubah segala-galanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang sebagai wujud penghargaan terhadap perjuangan dan kisah cinta St. Valentine. Orang-orang Kristen dan Katolik di seluruh dunia merayakan hari itu untuk mengenang kisah Santo Valentine sebagai pejuang cinta.
Kartu valentine yang pertama kali dibuat, diproduksi massal oleh Esther A Howland sekitar tahun 1847. Setiap negara merayakan hari Valentine dengan cara yang berbeda beda. Misalnya saja di Jepang, para gadis akan membuat sendiri coklat dan memberikannya pada pemuda yang dia sukai. Begitu juga pada negara-negara lain, mereka mempunyai tradisi tersendiri dalam merayakan Valentine's Day ini.

Mengungkapkan rasa kasih sayang adalah baik. Tetapi bukan sehari dalam setahun. Dan bukan pula berarti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan  yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Rasulullah Saw. bersabda :
"Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri".
Itulah tadi sejarah singkat tentang asal muasal ditetapkannya Valentine's Day sebagai hari kasih sayang. Ambillah sisi positif dari setiap kebudayaan yang Anda serap dan buang negatifnya. Selain mencurahkan kasih sayang pada pasangan Anda (pasangan halal). Anda juga bisa mencurahkan kasih sayang Anda terhadap keluarga dan sahabat-sahabat Anda. Luapan kasih sayang dan cinta akan menjadi negatif jika Anda terpengaruh dalam euforia yang dilarang oleh ajaran Islam seperti merayakannya dengan cara berfoya-foya, minum alkohol, bahkan lebih jauh hingga melakukan hubungan intim dengan pasangan yang tidak halal. Semoga bermanfaat..

Wallahu a'lam bissawab.

wikz

About wikz -

Anda Membaca, Kami Menulis

Kirimkan e-mail anda untuk berlangganan artikel menarik lainnya :